MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH

Juli 5th, 2009

MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH

A.    Latar Belakang
Salah satu permasalahn pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, misalnya pengembangan kurikulum nasional dan lokal, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pengasaan buku dan alat pelajaran, pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namun sebagian lainnya masih memprihatinkan.
Berdasarkan masalah ini, maka berbagai pihak mempertanyakan apa yang salah dalam penyelenggaraan pendidikan kita? Dari berbagai pengamatan dan analisis, sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata.
Faktor pertama, kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan education function atau input-output analisis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila dipenuhi semua input (masukan) yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka lembaga ini akan menghasilkan output yang dikehendaki. Pendekatan ini menganggap bahwa apabila input seperti pelatihan guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, dan perbaikan sarana serta prasarana pendidikan lainnya, dipenuhi, maka mutu pendidikan (output) secara otomatis akan terjadi. Dalam kenyataan, mutu pendidikan yang diharapkan tidak terjadi. Mengapa? Karena
perubahan / tuntunan, akan tetapi juga mampu mengantisipasi hal-hal yang mungkin bakal terjadi. Menjemput bola adalah padana kata yang tepat bagi istilah antisipatif.

m.    Memiliki Komunikasi yang baik
Sekolah yang efektif umumnya memiliki komunikasi yang baik terutama antar warga sekolah, dan juga sekolah-masyarakat sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing warga sekolah dapat diketahui dengan cara ini, maka keterpaduan semua kegiatan sekolah dapat diupayakan untuk mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang telah dipatok. Selain itu komunikasi yang baik juga akan membentuk teamwork yang kuat, kompak dan cerdas, sehingga berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu.

DAFTAR PUSTAKA
Mahroji H & Fahtoni, Ahmad. 2006. Manajemen Pendidikan. Surakarta.
Mulyana E. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep strategi dan
Implementasi. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Nata Abudin. 2003. Manajemen Pendidikan: Mengatasi Kelemahan Pendidikan
Islam di Indonesia. Jakarta. Prenada Media.
Rohiat. 2008. Manajemen Sekolah: Teori dasar dan Praktek. Bandung. PT
. Refika Aditama.
Tilaar. H.A.R. 2003. Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa
Depan. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Tes

Juli 5th, 2009

Cuma Testing

Hello world!

Mei 18th, 2009

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!